Uncategorized

mengetahui Tembang Macapat, Kidung Bahasa Jawa

Seperti ketaatan beribadah, sopan-santun, dsb. Girisa yang berasal untuk bahasa Sansekerta, Girica ialah nama dewa Siwa yang bertahta di gunung atau dewa gunung, sehingga dianggap Hyang Girinata. Dalam Serat Purwaukara, Girisa diberi riekti boten sarwa wegah, bermakna tidak serba enggan, hingga mempunyai watak selalu ingat. Kinanthi berarti bergandengan, sahabat, nama zat atau benda, nam bunga. Sesuai artiese itu, tembang Kinanthi berwatak atau biasa digunakan di dalam suasana mesra dan senang.


Pada fase ini orang tua akan mulai menuntun anaknya untuk diarahkan ke jalan yang benar. Kinanthi berisi tentang kesenangan orang tua dalam merawat anaknya dan segala hal tentang nasihat baik yang menguntungkan untuk masa depan. Maskumambang memiliki karakter sedih atau penuh duka meski secara filosofi tidak demikian. Maskumambang bisa diartikan sebagai adalah janin yang hidup mengambang di dalam rahim ibu sebelum akhirnya dilahirkan ke dunia. Video interaktif dicipta semenarik mungkin agar penyampaian materi pembelajaran Tembang Macapat lebih mudah dipahami.


Dalam Serat Purwaukara, Sinom diberi arti seskaring rambut yang berarti putra rambut. Selain itu, Sinom juga diartikan daun muda sehingga kadang-kadang diberi isyarat dengan lukisan daun muda. Lalu metrum-metrum ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tembang cilik, tembang tengahan dan tembang gedhé. Grupp tembang cilik memuat sembilan metrum, tembang tengahan enam metrum dan tembang gedhé satu metrum.


Tidak hanya di Jawa saja di Bali serta Sunda juga ditemukan karya yang sama. Tembang Pangkur berasal dari kata mungkur menggambarkan kehidupan yang harusnya dapat menghindari hawa nafsu dan angkara murka. Berkarakter gagah, kuat, perkasa, serta hati besar. Kinanthi bermula dari kata “kanthi” ayang artinya dituntun tentang teknik hidup di dunia. Dalam arti lain dilatih terhadap karakter yang baik.


Publikasi, dokumentasi dan sosialisasi nilai lagu macapat memerlukan ketekunan dan kejelian dari para pemain budaya. Mengingat tembang macapat juga digunakan sebagai mass media dakwah ajaran Islam jadi sangat masuk akal kalau para sunan dan sultan andil dalam penciptaan tersebut. Masuk dalam karya sastra Jawa berbentuk puisi tradisional.



Durma dari kata jawa klasik yang berarti harimau. Sesuai dengan arti tersebut, tembangDurma berwatak atau lumrah diguanakan dalam suasana seram.


Misalnya saja menyertai bentuk munculnya pakeliran padat. Dalam pakeliran wayang purwa tembang asmaradana kerap berkumandang saat adegan Cangik Limbuk. Adegan ini bisa mengendorkan ketegangan dan amat menyuguh para penonton.


Peserta didik lebih mudah buat melantunkan atau menyanyikan Lagu Macapat. Penggunaan video interaktif dapat menarik peserta didik karena semua indra terlibat. Dari tampilan video interatif peserta didik cenderung jadi lebih memperhatikan materi pembelajaran Tembang Macapat. Tembang macapat yang mengandung unsur pendidikan dapat dimasukkan dalam proses pembelajaran tari. Seni pertunjukan tembang macapat yang diselenggarakan harus menyesuaikan dengan pengembangan jaman.


Misal, untuk tembang Durma, kami diharuskan menyelesaikan satu laras slendro dan satu laras pelog. “Tetapi, improvisasi tembang sinom terbilang sukses, ” komentar satu di antara ribuan penonton. Seiring dengan bertambahnya usia, anak akan berkembang dan akhirnya belajar berjalan.


Sinom ada hubungannya oleh kata Sinoman, yaitu perkumpulan para pemuda untuk membantu orang punya hajat. Pendapat lain menyatakan bahwa Sinom ada kaitannya dengan upacara-upacara bagi anak-anak muada zaman dahulu.